02243 2200205 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008003900059084001900098100003800117245023300155260006400388300002900452500147500481650001901956700002201975700002701997990001302024INLIS00000000002697820221202105217 a0010-0922000065ta221202 | | |  aPM 011 FT 20221 aMARPAUNG, Vinky Sriwahyuni Marito1 aStudi Jatuh Tegangan Pada Pelanggan Sambungan Rumah (SR) Tipe Deret Gardu STN 093 Penyulang Pala Kota di PT. PLN (Persero) /cVinky Sriwahyuni Marito Marpaung; Pembimbing I, Dultudes Mangopo; Pembimbing II, Tiper K. M. Uniplaita aJayapura :bFakultas Teknik Universitas Cenderawasih,c2022 a62 hlm. :bil. ;c28 cm. aSambungan rumah (SR) merupakan bagian terakhir dari jaringan distribusi listrik yang berhubungan langsung dengan konsumen, sehingga potret pelayanan dapat dilihat dari mutu tegangan dan tingkat keandalan dari sisi sambungan rumah. Tegangan yang tidak standar ini juga berpengaruh terhadap losses (susut daya) yang merupakan kerugian bagi PLN dan pelanggan. Maka PT. PLN (Persero) mengeluarkan SPLN No.1 tahun 1995 sebagai titik acuan batas toleransi yang diijinkan, sehingga dapat diketahui apakah tegangan yang diterima pelanggan sudah sesuai dengan standar atau tidak. Metode yang digunakan pada proyek akhir yaitu melakukan survey dan observasi langsung ke lokasi serta mengumpulkan data dari kantor PT.PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan Sentani setelah itu melakukan perhitungan presentasi jatuh tegangan sebelum dan sesudah perbaikan dan membandingkan dengan menggunakan grafik mengenai standar tegangan dan presentasi jatuh tegangan. Hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa jatuh tegangan pada pelanggan disebabkan oleh sambungan rumah yang panjang, jumlah tarikan yang tidak standar, dan luas penampang yang kecil sehingga menyebabkan jatuh tegangan pada pelanggan sehingga pelanggan ujung hanya bisa menerima tegangan sebesar 181,4 Volt dengan persentasi jatuh tegangan mencapai 20,47%, namun setelah dilakukannya perluasan JTR maka tegangan yang diterima oleh pelanggan sudah normal yaitu 221,2 volt dengan persentase jatuh tegangannya menjadi 3,36%. 4aTeknik Elektro1 aMangopo, Dultudes1 aUniplaita, Tiper K. M. a011/2022